Salin ke akun saya membuat salinan yang bisa Anda ubah dan sesuaikan dengan sekolah Anda — gratis.
B. Identifikasi Kesiapan Peserta Didik
Pengetahuan Awal: Peserta didik telah memahami konsep massa jenis dan tekanan pada zat padat dari pembelajaran IPA di fase sebelumnya. Mereka juga memiliki pengalaman sehari-hari terkait tekanan air saat berenang atau menyelam.
Minat: Peserta didik menunjukkan ketertarikan terhadap fenomena alam seperti kapal selam, dongkrak hidrolik, dan balon udara. Beberapa peserta didik juga tertarik pada olahraga air seperti menyelam.
Latar Belakang: Peserta didik berasal dari latar belakang sosial ekonomi beragam, dengan akses terbatas ke laboratorium. Sebagian besar tinggal di perkotaan dengan sedikit pengalaman langsung ke laut. Mereka terbiasa belajar melalui demonstrasi dan diskusi kelompok.
Kebutuhan Belajar / Diferensiasi Modalitas:
Visual: Menyediakan diagram tekanan hidrostatis, video percobaan, dan animasi hukum Archimedes.
Auditori: Memberikan penjelasan lisan, diskusi kelompok, dan tanya jawab interaktif.
Kinestetik: Melakukan percobaan sederhana menggunakan botol, air, dan benda terapung tenggelam.
C. Karakteristik Materi Pelajaran
Dimensi Pengetahuan:
Konseptual: Konsep tekanan hidrostatis sebagai P=ρgh, hukum Pascal tentang transmisi tekanan dalam fluida tertutup, dan hukum Archimedes tentang gaya apung.
Prosedural: Langkah-langkah melakukan percobaan untuk mengamati tekanan hidrostatis dan menguji hukum Archimedes dengan benda terapung dan tenggelam.
Relevansi Nyata: Materi ini terhubung dengan kehidupan sehari-hari, seperti prinsip kapal selam (Archimedes), dongkrak hidrolik (Pascal), dan penyelaman (tekanan hidrostatis). Nilai gotong royong dari Buku PPKN Kelas VII dapat dikaitkan saat kerja kelompok melakukan percobaan.
Tingkat Kesulitan: Sedang. Karena memerlukan pemahaman matematis dasar (P=ρgh) dan kemampuan menghubungkan konsep abstrak dengan fenomena nyata, namun masih sesuai untuk usia SMP.
D. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
Gotong Royong: Peserta didik bekerja sama dalam kelompok saat melakukan percobaan tekanan hidrostatis dan hukum Archimedes, saling membantu menyiapkan alat dan mencatat data.
Bernalar Kritis: Peserta didik menganalisis data percobaan, membedakan pengaruh kedalaman terhadap tekanan, dan mengevaluasi penyebab benda terapung atau tenggelam.
Kreatif: Peserta didik merancang alat sederhana untuk mendemonstrasikan hukum Pascal, misalnya menggunakan alat suntik dan selang.
Mandiri: Peserta didik secara mandiri membaca petunjuk percobaan, mengelola waktu, dan merefleksikan hasil belajarnya.
E. Sarana dan Prasarana
Sarana:
Air, minyak goreng, atau larutan garam (untuk variasi massa jenis)
Alat suntik tanpa jarum (2 buah) untuk demonstrasi hukum Pascal
Benda-benda kecil (kelereng, kayu, gabus, logam) untuk uji Archimedes
Gelas ukur atau wadah transparan
Timbangan sederhana (neraca pegas)
LKPD cetak
Prasarana:
Ruang kelas atau laboratorium IPA
Meja praktik untuk setiap kelompok
Sumber air (keran atau ember)
Papan tulis atau proyektor untuk presentasi
LCD dan laptop (jika ada) untuk menampilkan video
F. Target Peserta Didik
Reguler/Tipikal: Peserta didik dengan kemampuan rata-rata yang dapat mengikuti pembelajaran dengan penjelasan dan praktik sederhana.
Dengan Kesulitan Belajar: Peserta didik yang memerlukan bimbingan ekstra dalam perhitungan matematis dan interpretasi data, disediakan LKPD dengan langkah lebih rinci dan pendampingan teman sebaya.
Pencapaian Tinggi: Peserta didik yang mampu mengeksplorasi lebih lanjut, misalnya menghitung tekanan pada kedalaman berbeda atau merancang eksperimen sendiri untuk membuktikan hukum Archimedes.
A. Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase D, peserta didik mampu memahami konsep tekanan zat cair (tekanan hidrostatis) dan hukum-hukum fluida statis (Hukum Pascal dan Hukum Archimedes) serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sub-elemen CP yang dikembangkan meliputi: mengidentifikasi hubungan antara kedalaman dan tekanan hidrostatis, menjelaskan prinsip transmisi tekanan pada fluida tertutup, serta menganalisis faktor yang memengaruhi gaya apung suatu benda.
B. Lintas Disiplin Ilmu
Matematika: Perhitungan tekanan hidrostatis menggunakan rumus P=ρgh, serta menghitung gaya apung F=ρgV.
IPA (Biologi): Konsep tekanan hidrostatis pada tubuh saat menyelam, misalnya dampak tekanan pada gendang telinga.
Bahasa Indonesia: Menyusun laporan hasil percobaan dengan struktur yang benar.
PPKN: Nilai gotong royong dan kerja sama dalam praktik kelompok (bersumber dari Buku PPKN Kelas VII).
C. Tujuan Pembelajaran (TP)
Pertemuan 1: Peserta didik dapat menjelaskan konsep tekanan hidrostatis melalui percobaan sederhana dan menghitung tekanan pada kedalaman tertentu. (2 JP)
Pertemuan 2: Peserta didik dapat membedakan Hukum Pascal dan Hukum Archimedes melalui demonstrasi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. (2 JP)
D. Indikator Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (IKTP)
Peserta didik mampu mendemonstrasikan pengaruh kedalaman terhadap tekanan hidrostatis menggunakan air dan botol berlubang.
Peserta didik mampu menghitung tekanan hidrostatis pada suatu kedalaman dengan rumus P=ρgh.
Peserta didik mampu menjelaskan prinsip hukum Pascal melalui percobaan alat suntik.
Peserta didik mampu mengidentifikasi syarat benda terapung, melayang, dan tenggelam berdasarkan hukum Archimedes.
E. Topik Pembelajaran Kontekstual
Mengapa penyelam harus menyamakan tekanan saat menyelam? (Tekanan hidrostatis)
Bagaimana dongkrak hidrolik bisa mengangkat mobil? (Hukum Pascal)
Mengapa kapal selam bisa tenggelam dan muncul kembali? (Hukum Archimedes)
Mengapa telur tenggelam di air tawar tetapi mengapung di air garam? (Hukum Archimedes dan massa jenis)
F. Kerangka Pembelajaran (Praktik Pedagogik)
Praktik Pedagogik
Model Pembelajaran: Discovery Learning dengan pendekatan Deep Learning. Peserta didik menemukan konsep tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, dan Hukum Archimedes melalui eksperimen dan diskusi.
Pendekatan Deep Learning:
Mindful Learning: Pada awal pembelajaran, peserta didik diajak untuk duduk tenang, memejamkan mata, dan menarik napas dalam selama 1–2 menit. Guru memandu pertanyaan refleksi: "Apa yang kalian rasakan saat air menekan tubuh saat berenang?" Fokus pada sensasi fisik untuk membangun kesadaran.
Meaningful Learning: Materi dikaitkan dengan fenomena sehari-hari seperti kapal selam, balon udara, dan dongkrak hidrolik. Peserta didik diajak berpikir: "Mengapa kapal besi tidak tenggelam?" untuk menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata.
Joyful Learning: Aktivitas praktikum sederhana menggunakan botol plastik, air, dan balon untuk mengamati tekanan. Permainan simulasi "Hukum Pascal" dengan spuit dan air untuk menciptakan suasana gembira.
Metode Pembelajaran: Eksperimen, diskusi kelompok, tanya jawab, dan presentasi.
Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi:
Diferensiasi Konten: Bahan bacaan disediakan dalam tiga tingkat kesulitan; video animasi untuk peserta didik yang lebih visual; teks dengan ilustrasi untuk yang auditori.
Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih cara mengeksplorasi: melalui praktikum, simulasi digital, atau studi literatur.
Diferensiasi Produk: Hasil belajar dapat berupa laporan praktikum, poster konsep, atau video penjelasan.
Kemitraan Pembelajaran
Lingkungan Sekolah: Kolaborasi dengan guru IPA lain untuk peminjaman alat laboratorium (manometer, bejana berhubungan).
Lingkungan Luar Sekolah: Mengundang teknisi hidrolik (misal dari bengkel) untuk berbagi pengalaman; kunjungan ke bendungan atau kolam renang untuk melihat tekanan air secara langsung.
Mitra Digital: Pemanfaatan kanal YouTube edukasi (misal "Fisika Asyik") dan aplikasi simulasi PhET dari University of Colorado.
Lingkungan Belajar
Ruang Fisik: Laboratorium IPA atau ruang kelas yang ditata dengan meja bundar untuk diskusi kelompok, tersedia alat praktikum (bejana berhubungan, pipa U, balon, spuit).
A. Langkah-Langkah Pembelajaran Berdiferensiasi
Pertemuan 1 (2 JP : 80 Menit)
Pembahasan: Tekanan Hidrostatis dan Hukum Pascal
A. Kegiatan Pendahuluan (±12 menit)
Pembukaan (Mindful): Guru mengajak siswa duduk tenang, menarik napas dalam 3 kali, dan fokus pada detak jantung. Doa dipimpin oleh salah satu siswa. (3 menit)
Apersepsi (Meaningful): Guru bertanya, "Pernahkah kalian berenang dan merasakan tekanan di telinga saat menyelam? Atau melihat dongkrak mobil mengangkat beban berat?" Kaitkan dengan pengalaman sehari-hari. (4 menit)
Pemanasan (Joyful): Permainan "Tebak Tekanan" – siswa diminta menebak apakah tekanan air lebih besar di dasar kolam atau di permukaan, dengan memberi gestur tangan. (3 menit)
Penjelasan Tujuan & Asesmen Awal: Guru menjelaskan tujuan pembelajaran: memahami konsep tekanan hidrostatis dan Hukum Pascal. Asesmen awal : tanya jawab singkat tentang definisi tekanan. (2 menit)
B. Kegiatan Inti (±58 menit)
Eksplorasi (Mindful Learning): Siswa mengamati demonstrasi guru: botol plastik dilubangi pada ketinggian berbeda, diisi air, dan diamati pancaran air. Siswa mencatat hasil pengamatan dengan penuh perhatian. (10 menit)
Latihan/Drill (Meaningful Learning): Kelompok (3-4 orang) mengerjakan LKPD tentang rumus tekanan hidrostatis P=ρgh dan Hukum Pascal . Diferensiasi proses: kelompok dengan kemampuan lebih tinggi diberikan soal yang melibatkan variabel lebih kompleks. (30 menit)
A. Asesmen Pembelajaran
1. Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran)
Bentuk: Tes tulis singkat (5 pertanyaan) dan tanya jawab lisan.
Contoh pertanyaan:
Apa yang dimaksud dengan tekanan? Berikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kamu melihat balon udara atau kapal selam? Menurutmu, bagaimana benda itu bisa mengapung atau tenggelam?
Jika kamu menekan paku ke papan, mana yang lebih mudah menusuk: paku tumpul atau paku runcing? Mengapa?
2. Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran)
Penilaian keaktifan/diskusi/simulasi:
Observer: guru mencatat partisipasi siswa dalam diskusi kelompok dan percobaan sederhana (misal: mengamati telur di air garam).
Lembar observasi guru (sikap, keterampilan):
No
Nama Siswa
Sikap (Kerjasama, Tanggung Jawab)
Keterampilan (Merangkai alat, Mencatat data)
Skor (1-4)
1
Penilaian diri/rekan sebaya:
Format: "Beri skor 1-4 untuk temanmu dalam hal kontribusi ide dan kerjasama selama kegiatan."
3. Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran)
Proyek kelompok: Membuat alat peraga sederhana yang menerapkan Hukum Pascal atau Archimedes (misal: dongkrak hidrolik dari suntikan).
Unjuk kerja (praktik kinerja):
Siswa mendemonstrasikan percobaan tekanan hidrostatis (mengukur tekanan pada kedalaman berbeda).
Tes tertulis esai singkat:
Jelaskan bunyi Hukum Archimedes dan berikan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sebuah benda bermassa 2 kg dicelupkan ke dalam air. Jika volume benda yang tercelup 0,001 m³, hitung gaya apung yang dialami benda! (ρ_air = 1000 kg/m³, g = 10 m/s²)
Program/aktivitas menantang bagi peserta didik dengan pencapaian tinggi:
Eksperimen mandiri: Siswa merancang percobaan untuk menyelidiki pengaruh massa jenis fluida terhadap gaya apung (misal: menggunakan air, minyak, dan larutan garam).
Proyek desain: Membuat model kapal selam sederhana dari botol plastik yang bisa naik-turun dengan prinsip Archimedes.
Studi kasus: Menganalisis kegagalan struktur akibat tekanan hidrostatis (misal: bendungan jebol) dan mempresentasikan solusi.
2. Remedial
Program/pendampingan khusus bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar:
Bimbingan kelompok kecil: Guru menjelaskan ulang konsep tekanan hidrostatis dan Hukum Pascal dengan analogi kehidupan (misal: menyelam, pompa ban).
Lembar kerja terbimbing: LKPD khusus yang memandu siswa langkah demi langkah menghitung tekanan hidrostatis dan gaya apung.
Praktik ulang: Siswa mengulang percobaan tekanan hidrostatis dengan bantuan tutor sebaya dan menjawab soal-soal sederhana.
C. Refleksi Guru dan Peserta Didik
C. Refleksi Guru dan Peserta Didik
A. Refleksi Peserta Didik
Jawablah pertanyaan berikut dengan jujur:
Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini?
Bagian mana yang masih membingungkan?
Bagaimana perasaanmu selama mengikuti pembelajaran? (☺ senang, 😐 biasa, ☹ bosan)
Apa yang akan kamu lakukan agar lebih paham?
B. Refleksi Guru
Evaluasi pembelajaran hari ini:
Apakah semua siswa terlibat aktif dalam diskusi dan percobaan?
Apakah media dan alat peraga yang digunakan efektif membantu pemahaman?
Kendala apa yang muncul saat kegiatan? (misal: alat tidak berfungsi, siswa kurang paham)
Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
Judul: Menyelidiki Tekanan Hidrostatis, Hukum Pascal, dan Hukum Archimedes
Petunjuk Pengerjaan:
Bacalah setiap aktivitas dengan saksama.
Lakukan percobaan dan diskusi bersama kelompok (3-4 orang).
Catat hasil pengamatan dan jawab pertanyaan pada kolom yang disediakan.
Kumpulkan LKPD yang sudah diisi kepada guru.
Aktivitas 1: Menyelidiki Tekanan Hidrostatis
Tujuan: Mengetahui hubungan antara kedalaman zat cair dengan tekanan hidrostatis.
Alat dan Bahan:
Botol plastik bening (2 buah)
Selang plastik kecil (secukupnya)
Air
Penggaris
Pewarna makanan (opsional)
Langkah Kerja:
Buatlah tiga lubang pada botol plastik dengan jarak berbeda dari dasar botol (misal: 5 cm, 10 cm, 15 cm).
Tutup lubang dengan selotip sementara, lalu isi botol dengan air hingga penuh.
Buka semua selotip secara bersamaan. Amati air yang menyembur dari setiap lubang.
Ukur jarak semburan air dari botol menggunakan penggaris.
Catat hasil pengamatan pada tabel.
Tabel Pengamatan:
Lubang ke-
Kedalaman dari permukaan air (cm)
Jarak semburan (cm)
1
2
3
Pertanyaan:
Lubang manakah yang menyemburkan air paling jauh? Mengapa?
Jawab: ...................................................................................................
Bagaimana hubungan antara kedalaman dengan tekanan hidrostatis?
Jawab: ...................................................................................................
Aktivitas 2: Menerapkan Hukum Pascal
Memahami prinsip kerja dongkrak hidrolik sebagai penerapan Hukum Pascal.
B. Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
Tekanan Hidrostatis adalah tekanan yang dialami oleh suatu titik di dalam zat cair yang diam karena adanya gaya berat zat cair di atasnya. Semakin dalam suatu titik dari permukaan zat cair, semakin besar tekanan hidrostatisnya. Secara matematis, tekanan hidrostatis dirumuskan sebagai P=ρ⋅g⋅h, dengan ρ adalah massa jenis zat cair, g percepatan gravitasi, dan kedalaman. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah semakin dalam kita menyelam, telinga terasa sakit karena tekanan air yang besar.
C. Rubrik Penilaian
Kriteria
Sangat Baik (4)
Baik (3)
Cukup (2)
Perlu Bimbingan (1)
Pemahaman Konsep
Menjelaskan tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, dan Hukum Archimedes dengan benar dan lengkap, serta memberikan contoh penerapan yang tepat.
Menjelaskan sebagian besar konsep dengan benar, namun masih ada sedikit kesalahan atau kurang lengkap.
Menjelaskan sebagian konsep, tetapi terdapat beberapa kesalahan atau hanya sebagian yang benar.
Tidak dapat menjelaskan konsep atau penjelasan salah total.
Keterampilan Praktikum
Melakukan percobaan sesuai prosedur, mencatat data dengan akurat, dan menarik kesimpulan yang tepat berdasarkan data.
Melakukan percobaan dengan baik, namun ada sedikit kekurangan dalam pencatatan atau kesimpulan.
Melakukan percobaan tetapi kurang teliti, data tidak lengkap, atau kesimpulan kurang tepat.
Tidak melakukan percobaan dengan benar atau tidak mau melakukannya.
Kerja Sama Kelompok
Bekerja sama dengan sangat baik, semua anggota aktif berkontribusi, dan saling membantu.
Bekerja sama dengan baik, sebagian besar anggota aktif, namun ada yang kurang berkontribusi.
Kerja sama cukup, hanya beberapa anggota yang aktif, lainnya pasif.
Tidak ada kerja sama, hanya satu atau dua orang yang bekerja.
Presentasi dan Diskusi
Menyajikan hasil dengan jelas, menjawab pertanyaan dengan tepat, dan memberikan tanggapan yang relevan.
Menyajikan dengan cukup jelas, menjawab sebagian pertanyaan dengan benar.
Presentasi kurang jelas, jawaban kurang tepat, atau tidak memberikan tanggapan.
Tidak mau presentasi atau diskusi.
Rumus Nilai:
D. Soal Evaluasi Uji Kompetensi + Kunci Jawaban
D. Soal Evaluasi Uji Kompetensi + Kunci Jawaban
Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d!
Tekanan yang diberikan oleh zat cair pada suatu titik akibat berat zat cair di atasnya disebut...
a. Tekanan atmosfer
b. Tekanan hidrostatis
c. Hukum Pascal
d. Hukum Archimedes
Sebuah penyelam menyelam pada kedalaman 10 m di bawah permukaan air laut. Jika massa jenis air laut 1.025 kg/m³ dan percepatan gravitasi 10 m/s², tekanan hidrostatis yang dialami penyelam adalah...
a. 10.250 Pa
b. 102.500 Pa
c. 1.025.000 Pa
d. 10.250.000 Pa
Bunyi Hukum Pascal adalah...
a. Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar
b. Gaya apung yang dialami benda di dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan
c. Semakin dalam posisi benda dalam fluida, semakin besar tekanan yang dialaminya
d. Tekanan dalam fluida bergantung pada massa jenis dan kedalaman
Sebuah benda ditimbang di udara beratnya 50 N, sedangkan ketika ditimbang di dalam air beratnya menjadi 30 N. Gaya ke atas yang dialami benda adalah...
a. 20 N
b. 30 N
c. 50 N
d. 80 N
Alat berikut yang bekerja berdasarkan prinsip Hukum Pascal adalah...
a. Kapal selam
b. Dongkrak hidrolik
c. Balon udara
d. Termometer raksa
Kunci Jawaban
No
Kunci
1
b
2
b
3
a
4
a
5
b
E. Glosarium
E. Glosarium
Tekanan hidrostatis : tekanan yang diberikan oleh zat cair pada suatu titik karena berat zat cair di atasnya, dirumuskan P=ρgh.
Hukum Pascal : prinsip bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama besar.
Hukum Archimedes : gaya apung yang dialami benda dalam fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan.
Gaya apung : gaya ke atas yang dialami benda ketika tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam fluida.
Massa jenis : ukuran massa per satuan volume suatu zat, dirumuskan ρ=.
F. Daftar Pustaka
F. Daftar Pustaka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kemendikbudristek.
Giancoli, Douglas C. 2014. Fisika: Prinsip dan Aplikasi (Edisi 7). Diterjemahkan oleh Y. S. P. Jakarta: Erlangga.
Tipler, Paul A. 2008. Physics for Scientists and Engineers (6th ed.). New York: W.H. Freeman and Company.
Sunardi, dan S. S. R. 2020. Fisika Dasar untuk SMP. Bandung: Yrama Widya.
Tekanan hidrostatis: definisi, rumus, faktor yang memengaruhi.
Hukum Pascal: prinsip, contoh aplikasi.
Hukum Archimedes: gaya apung, syarat benda terapung, melayang, tenggelam.
Integrasi Nilai & Karakter: Kerja sama (gotong royong) saat praktik, kejujuran dalam mencatat data, tanggung jawab menyelesaikan LKPD, dan ketelitian dalam pengukuran.
Ruang Virtual: Grup WhatsApp untuk berbagi sumber belajar; Google Classroom untuk pengumpulan tugas; tautan simulasi PhET yang dibagikan.
Budaya Belajar: Menekankan sikap ingin tahu, berani bertanya, kerja sama, dan menghargai perbedaan pendapat. Guru sebagai fasilitator yang mendorong eksplorasi.
Pemanfaatan Digital
Simulasi PhET Interaktif: Peserta didik menggunakan simulasi "Under Pressure" untuk mengamati hubungan kedalaman dan tekanan hidrostatis, serta simulasi "Fluid Pressure and Flow" untuk Hukum Bernoulli (kaitannya). Aktivitas: mengubah kedalaman dan mencatat tekanan.
Video Demonstrasi: Menonton video di YouTube tentang prinsip kerja dongkrak hidrolik (Hukum Pascal) dan kapal selam (Hukum Archimedes). Setelah itu, peserta didik membuat diagram alir penjelasan.
Kuis Online: Menggunakan Google Form atau Kahoot untuk asesmen formatif pemahaman konsep, dengan soal pilihan ganda dan gambar.
F1/A1=F2/A2
Game/Aplikasi Sederhana (Joyful Learning): "Pascal Challenge" – siswa secara bergiliran menghitung gaya yang diperlukan untuk mengangkat beban menggunakan sistem hidrolik sederhana (model mainan). Kelompok yang benar mendapat poin. (12 menit)
Penegasan Pembelajaran Berdiferensiasi: Guru memberikan umpan balik berbeda sesuai tingkat pemahaman kelompok. Siswa dapat memilih produk: menyelesaikan soal, membuat poster, atau menjelaskan secara lisan. (6 menit)
C. Kegiatan Penutup (±10 menit)
Pendinginan/Penenangan: Guru meminta siswa menutup mata, membayangkan tekanan air di laut, lalu buka mata. (2 menit)
Refleksi (Mindful): Siswa menulis di buku catatan: "Apa yang paling menarik? Bagian mana yang sulit? Bagaimana perasaanku?" (4 menit)
Rangkuman, Tindak Lanjut, & Doa Penutup: Guru merangkum konsep tekanan hidrostatis dan Hukum Pascal. Tugas: mencari contoh penerapan Hukum Pascal di rumah. Doa dipimpin siswa. (4 menit)
Pertemuan 2 (2 JP : 80 Menit)
Pembahasan: Hukum Archimedes dan Penerapannya
A. Kegiatan Pendahuluan (±12 menit)
Pembukaan (Mindful): Hening sejenak sambil mendengarkan suara alam (rekaman air). Doa bersama. (3 menit)
Apersepsi (Meaningful): Guru bertanya, "Mengapa kapal laut yang berat bisa terapung? Pernahkah kalian memasukkan telur ke air garam?" Kaitkan dengan kehidupan. (4 menit)
Pemanasan (Joyful): Game "Tenggelam atau Terapung" – guru menunjukkan benda (kelereng, kayu, plastisin) dan siswa menerka. (3 menit)
Penjelasan Tujuan & Asesmen Awal: Tujuan: memahami Hukum Archimedes dan penerapannya. Asesmen awal: menebak massa jenis beberapa benda. (2 menit)
B. Kegiatan Inti (±58 menit)
Eksplorasi (Mindful Learning): Siswa melakukan percobaan sederhana: memasukkan telur ke air tawar dan air garam, mengamati posisi telur. Mencatat dengan saksama. (10 menit)
Latihan/Drill (Meaningful Learning): Kelompok mengerjakan LKPD tentang gaya apung FA=ρfluidagVtercelup dan syarat benda terapung, melayang, tenggelam. Diferensiasi proses: kelompok mahir diberikan soal tentang kapal selam; kelompok pemula fokus pada konsep dasar. (30 menit)
Game/Aplikasi Sederhana (Joyful Learning): "Kapal Kertas" – lomba membuat perahu dari kertas yang bisa menahan beban paling banyak. Siswa mengaplikasikan konsep volume dan massa jenis. (12 menit)
Penegasan Pembelajaran Berdiferensiasi: Guru memfasilitasi diskusi tentang perbedaan hasil percobaan. Siswa dapat memilih presentasi lisan atau laporan tertulis. (6 menit)
C. Kegiatan Penutup (±10 menit)
Pendinginan/Penenangan: Guru memutar musik instrumental lembut, siswa rileks. (2 menit)
Refleksi (Mindful): Siswa merefleksikan: "Apa makna Hukum Archimedes dalam hidup? Bagaimana perasaanku saat eksperimen?" (4 menit)
Rangkuman, Tindak Lanjut, & Doa Penutup: Guru merangkum Hukum Archimedes. Tugas: membuat kliping contoh benda terapung di sekitar. Doa penutup. (4 menit)
Tujuan:
Alat dan Bahan:
2 buah spuit (besar dan kecil)
Selang plastik
Air
Langkah Kerja:
Hubungkan kedua spuit dengan selang plastik. Pastikan sambungan rapat.
Isi spuit dan selang dengan air, pastikan tidak ada gelembung udara.
Dorong piston spuit kecil. Amati apa yang terjadi pada piston spuit besar.
Dorong piston spuit besar. Amati apa yang terjadi pada piston spuit kecil.
Catat hasil pengamatan.
Pertanyaan:
Ketika piston kecil ditekan, ke mana arah dorongan pada piston besar?
Jawab: ...................................................................................................
Mengapa gaya yang kecil pada piston kecil dapat menghasilkan gaya besar pada piston besar? Jelaskan berdasarkan Hukum Pascal!
Jawab: ...................................................................................................
Aktivitas 3: Menguji Hukum Archimedes
Tujuan: Menentukan massa jenis benda dengan Hukum Archimedes.
Alat dan Bahan:
Gelas ukur
Air
Timbangan
Benda padat (misal: batu kecil)
Benang
Langkah Kerja:
Timbang massa benda di udara (m_udara). Catat hasilnya.
Isi gelas ukur dengan air, catat volume awal (V1).
Ikat benda dengan benang, celupkan seluruhnya ke dalam air. Catat volume air setelah benda tercelup (V2). Hitung volume benda: V = V2 - V1.
Timbang massa benda ketika tercelup seluruhnya di dalam air (m_air). Catat hasilnya.
Hitung gaya apung: F_A = (m_udara - m_air) × g (g = 9,8 m/s² atau 10 m/s²).
Hitung volume air yang dipindahkan (V_air = V benda). Massa air yang dipindahkan = ρ_air × V_air (ρ_air = 1000 kg/m³).
Bandingkan gaya apung dengan berat air yang dipindahkan.
Data Hasil Pengamatan:
No
Besaran
Nilai
Satuan
1
Massa benda di udara (m_udara)
gram
2
Massa benda di air (m_air)
gram
3
Volume air awal (V1)
mL
4
Volume air + benda (V2)
mL
5
Volume benda (V = V2 - V1)
mL
Pertanyaan:
Hitung besar gaya apung dari data yang diperoleh!
Jawab: ...................................................................................................
Hitung berat air yang dipindahkan!
Jawab: ...................................................................................................
Apakah gaya apung sama dengan berat air yang dipindahkan? Jelaskan hubungannya dengan Hukum Archimedes.
Jawab: ...................................................................................................
Paraf Orang Tua: ................................................
Nilai: ...............
h
Hukum Pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan ke segala arah dengan sama besar. Prinsip ini digunakan pada alat-alat seperti dongkrak hidrolik, rem hidrolik, dan pompa hidrolik. Dengan menggunakan hukum ini, gaya yang kecil dapat menghasilkan gaya yang besar. Rumusnya adalah A1F1=A2F2.
Hukum Archimedes menjelaskan bahwa benda yang dicelupkan ke dalam zat cair akan mendapatkan gaya ke atas (gaya apung) yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan. Gaya apung ini menyebabkan benda dapat mengapung, melayang, atau tenggelam. Rumus gaya apung adalah FA=ρ⋅g⋅V, dengan V adalah volume zat cair yang dipindahkan. Contoh penerapan adalah kapal selam, balon udara, dan hidrometer.
Dalam mempelajari materi ini, kita dapat mengamati fenomena sehari-hari seperti es batu yang mengapung di air, atau menggunakan alat sederhana untuk membuktikan hukum-hukum tersebut. Praktikum sederhana dapat dilakukan dengan botol plastik, selang, dan air untuk memahami konsep tekanan hidrostatis dan hukum Pascal. Nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong dan keadilan sosial dapat diintegrasikan saat bekerja kelompok melakukan eksperimen.
Nilai
=
16Total Skor×
100
V
m
Fluida : zat yang dapat mengalir, seperti zat cair dan gas.